Jika kerja itu sebuah cinta…

bagus neh jup ๐Ÿ˜€

Merangkai Puzzle

Suatu hari ada sahabat saya yang mengatakanย โ€œlebih baik bekerja dalam hening, daripada memberi harap lalu mengecewakan.โ€ย  Tidak perlu berbanyak kata atas pekerjaan yang sedang kita kerjakan, cukup lakukan saja dengan sungguh-sungguh, perlahan tapi pasti dan selesai pada saat yang tepat.

โ€œLalu, gimana klo seandainya tak ada yang menghargai kerja kita?โ€ ย Seorang pekerja memang akan mempunyai keinginan akan balasan terhadap pekerjaannya, setiap peluh yang menetes dan hentakan nafas yang mengembang menjadi bukti akan kuatnya usaha sang pekerja. Pagi hingga sore kemudian berlanjut sampai malam, bagi seorang pekerja sejati, hidup ini ย harus penuh karya. Bukan kemudian bermalas-malasan atas waktu kosong yang tersedia.

โ€œBekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.โ€ (At-Taubah [9]: 105)โ€

Pada intinya setiap kerja yang kita lakukan kembalโ€ฆ

View original post 225 more words

Takut dan Rindu Kepada Allah SWT Oleh Ustadz Syathori Abdurrauf

Perubahan merupakan keniscayaan yang terjadi pada setiap diri manusia. Kita tahu bahwa banyak orang yang berkeinginan untuk melakukan perubahan dalam hidupnya, seperti contoh adalah manusia itu bekerja adalah dengan tujuan untuk ada perubahan dalam dirinya dalam hal nafkah hidup, ada juga yang sekolah dengan tujuan agar tingkat intelektualitasnya berubah, dan masih banyak lagi yang dilakukan manusia agar hidup mereka berubah.

Tapi sayangnya perubahan yang dilakukan manusia cenderung salah, hal ini dapat kita lihat dari cara perubahan yang dilakukan kebanyakan manusia, mereka hanya berkeinginan berubah dalam hal keduniawian, padahal dunia itu ibaratnya sebagai tempat singgah sementara kita.

Perubahan yang tepat adalah seseorang itu berubah karena dia merasa salah ketika salah kepada Allah atau yang sering disebut sebagai I”TIROF. I’tirof merupakan awal dari perubahan pada setiap manusia, dan inilah perubahan yang diharapkan pada setiap manusia. Apabila hal ini dapat dilakukan niscaya setiap manusia tidak akan tersesat dalam hal yang tidak diperbolehkan dan juga perubahan yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi kita.

I’tirofย  ini hanya akan mengalir pada jiwa-jiwa yang disetiap relungnya terdapat rasa KHASY-YAH. Khasy-yah merupakan rasa takut berbuat salah kepada Allah dikarenakan bukan karena Allah punya neraka, tapi dikarenakan Allah terlalu sayang dan baik kepada kita. Rasa ini yang sungguh semakin hilang pada setiap manusia sekarang, sehingga sekarang kita dapat melihat banyak terjadi maksiat, tidak bersyukur, dan juga ada yang malah tidak melaksanakan ibadah kepada Allah, hal ini terjadi karena sudah hilangnya rasa khasy-yah pada diri setiap manusia.

Lalu apa bedanya antara Khasy-yah, roja’, dan khouf? kan itu sama-sama artinya adalah takut?. Yupz, ketiga hal itu merupakan hal yang berbeda, tapi kalau kita telaah lebih dalam ternyata memiliki arti yang berbeda. KHAUF merupakan sifat takut kepada berbuat salah kepada Allah karena Allah punya neraka. Kalau contoh mudahnya adalah diibaratkan seorang anak kecil yang takut saat tidak sholat bukan karena takut dimarahin ibunya.

Kemudian yang dimaksud dengan RAJA’ adalah takut berbuat salah kepada Allah karena dia takut tidak masuk surga. Kalau contoh mudahnya adalah seorang abg yang takut saat tidak solatย  karena dia takut gak dikasih uang saku oleh orang tuanya, dalam hal ini dia tidak takut dimarahin ortunya seperti contoh untuk sifat khouf tadi.

Lalu yang dimaksud dengan KHASY-YAH adalah takut berbuat salah kepada Allah karena Allah sudah sedemikian baik dan sayang kepada kita. Secara logika mudahnya adalah kita ibaratkan kita seorang mahasiswa yang biasanya pulang kerumah dengan alasan birul walidain dengan tujuan sebenarnya hanya untuk mendapat uang bulanan lebik, tapi kalau punya sifat khasy-yah maka dia pulang ke rumah karena orang tuanya begitu baik dan sayangnya kepadanya sehingga dia merasa harus memberikan timbal balik kepada orang tuanya.

Lalu kenapa walaupun kita tahu tentang sifat-sifat Allah dan juga hukuman apabila berbuat maksiat, kita masih saja berbuat maksiat dan tidak bersyukur kepada Allah? hal ini karena kita belum pernah merasakan neraka yang begitu pedihnya. Seperti yang Alah sudah firmankan :

ู‡ูŽุฐูŽุงู†ู ุฎูŽุตู’ู…ูŽุงู†ู ุงุฎู’ุชูŽุตูŽู…ููˆุง ูููŠ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ููŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ู‚ูุทู‘ูุนูŽุชู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุซููŠูŽุงุจูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู ูŠูุตูŽุจู‘ู ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ู ุฑูุกููˆุณูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุญูŽู…ููŠู…ู

โ€œInilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.โ€ (QS. Al-Hajj: 19)

dan dikuatkan di ayat berikutnya :

ูŠูุตู’ู‡ูŽุฑู ุจูู‡ู ู…ูŽุง ูููŠ ุจูุทููˆู†ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู„ููˆุฏู

โ€œDengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).โ€ (QS. Al-Hajj: 20)

Semoga kita tidak menjadi golongan seperti itu, AMIN.

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat memiliki/merengkung KHASY-YAH?

1. ITTIBA’UDZ DZIKRI (Mau untuk diingatkan)

dalilnya adalah firman Allah :

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุชูู†ู’ุฐูุฑู ู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑูŽ ูˆูŽุฎูŽุดููŠูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ููŽุจูŽุดู‘ูุฑู’ู‡ู ุจูู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ูƒูŽุฑููŠ

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan[1264] dan yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah walaupun Dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasiin : 11)

2. THALABUL ILMI (mencari ilmu)

dalilnya adalah firman Allah :

ย ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกูย 

โ€œ Sesungguhnya yang takut kepada Alloh diantara hamba-hamba-Nya hanya para ulamaโ€™ .โ€ [Fathir : 28]

Memang kita memang diwajibkan untuk menuntut ilmu, tapi ilmu disini adalah ilmu-ilmu yang akan semakin mendekatkan kita kepada Allah dan ilmu itu adalah ilmu fiqh, akidan, dan akhlak. Apabila seseorang sudah memiliki sifat khasy-yah makan segala hal dalam hidupnya pasti akan senantiasa berhati-hati, seperti contoh saat kita makan, apabila sudah memiliki sifat khasy-yah, maka dia pasti akan mikir sebelum makan apakah makanan ini halal atau tidak, hal ini dilakukan agarย  tubuh kita tidak tercemar oleh barang-barang haram yang akan menghalangi keberkahan dalam hidup kita. Jadi ilmu-ilmu yang kita pelajari sekarang seharusnya akan menambah rasa takwa kita kepada Allah.

3. AWWABUN HAFIDZ (hamba yang selalu kembali kepada Allah saat kondisi apapun dan tidak mengulangi kesalahannya kembali walaupun Allah itu tidak terlihat)

dalilnya adalah firman Allah :

ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุดููŠูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽูฐู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽ ุจูู‚ูŽู„ู’ุจู ู…ูู†ููŠุจู

“(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat” (QS. Qaf : 33)

Bad News is Good News For the Bos

ImageAkhir-akhir ini kita disibukkan dengan berita-berita yang beraneka macam di media kita baik media tv, koran, dan juga radio. Berita-berita yang ada ternyata banyak mengubah pola berfikir dari seseorang yang menontonnya. Kita tidak sadar pemikiran kita digiring untuk melihat suatu berita dan mencernanya mentah-mentah. Akibatnya kita dapat melihat bahwa banyak masyarakat yang awalnya tidak tahu tentang suatu permasalahan, akhirnya tahu tapi hanya dari satu sisi.

Sebenarnya berita itu merupakan hal yang sangat penting dan tidak akan terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Dan kalau dilihat dari sisi islam, ternyata kabar/berita itu sudah ada sejak jaman nabi dan rasul terdahulu. Kita pasti tahu bahwa salah satu tugas nabi dan rasul adalah menyampaikan risalah-risalah kenabian dan risalah agama yang berasal dari Allah kepada makhlukNya. Risalah ini berisi berita tentang sejarah baik sejarah nabi dan rasul ataupun umat terdahulu, kemudian juga berisi tentang perintah dan larangan, dan juga tentang pesan-pesan mengesakan Allah SWT.

Contoh bahwa berita sudah ada sejak jaman dahulu adalah adanya ayat-ayat dalam Al Qurโ€™an yang menyebutkan tentang โ€œberita gembira….โ€. Seperti dalam QS. Yaasin (11):

ย โ€œSesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah walaupun Dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.โ€

Dan masih banyak ayat yang menerangkan tentang kabar gembira yang secara gamblang Allah jelaskan, yang berarti bahwa ayat-ayat dalam Al Qurโ€™an merupakan sebuah kabar gembira bagi makhlukNya yang seperti mulai kehilangan arah karena kehilangan pedoman hidup.

Jadi memang islam itu sungguh menekankan tentang manfaat berita bagi manusia, dari sebuah berita itu dapat mengubah peradaban yang awalnya merupakan peradaban jahiliyah menjadi peradaban yang terang benderang islam. Walaupun sekarang islam serasa tenggelam oleh peradaban barat yang notabene merupakan peradaban nasrani, tapi Ustadz Anis Mata pernah mengatakan bahwa โ€œSekarang kita itu sudah memasuki fase dimana sedang terjadi perpindahan peradaban (shifting of civilization), dimana terjadi pergiliran peradaban yang berkuasa dari peradaban barat keperadaban timurโ€. Hal ini dapat dilihat dari semakin bergejolaknya negeri-negeri arab dimulai dari tunisia, mesir, dan terakhir adalah suriah yang sampai sekarang belum selesai pergolakannya. Dan akhirnya Mesir sekarang menjadi negera yang terbuka tidak ada diktator lagi, dan sekarang sedang mencoba untuk memilih pemimpin negera yang baru yang notabene lebih terbuka.

Berita merupakan sarana penting bagi masyarakat dalam membuka wawasannya tentang keadaan dunia terkini.ย  Tapi kalau kita melihat berita di beberapa media itu sungguhlah miris, kita dapat melihat kalau berita-berita yang ada sekarang itu cenderung hanya menguntungkan salah satu pihak saja. Sebuah berita itu dapat direkayasa sedemikianrupa menjadi sebuah alat untuk โ€œperangโ€ dalam menjatuhkan lawan politiknya. Media di Indonesia sekarang sungguhlah memprihatinkan, jadi ada istilah di kalangan masyarakat kalau kita dapat melihat isi dari sebuah berita itu di dasarkan siapa dibalik berita (pemilik) si media. Jadi pemberitaan yang ada di media sekarang cenderung tidak netral lagi, media sekarang sudah di politisasi oleh kalangan tertentu.

Ada istilah di dunia maya kalau bad news is a good news, tapi sekarang yang ada adalah bad news is good news for the bos (pemilik media). Istilah ini dapat saya katakan karena memeng sebuah berita yang berisikan dengan kejelekan dari lawan politik si pemilik media merupakan sebuah keuntungan baginya karena akan semakin menurunkan citra dari lawan politiknya dan ujung-ujungnya adalah perolehan suara dalam pemilu atau dalam pemilihan apapun. Akibatnya sifat netral dari sebuah berita itu dipertanyakan, dari satu berita yang sama itu bisa muncul beberapa pandangan yang berbeda dalam memandang sebuah berita, dan akibatnya berita itu tidak menyajikan informasi bagi masyarakat tapi hanya berisi perang kata-kata.

Akhirnya yang menjadi korban tidak lain dan tidak bukan adalah masyarakat, masyarakat kita yang merupakan masyarakat yang haus akan informasi, malah diberi berita yang tidak memberikan informasi bagi mereka tapi memberikan sebuah kebingungan baru bagi mereka. Seperti contoh saat kita melihat sebuah berita kecelakaan pesawat sukhoi yang terjadi beberapa pekan lalu, kita melihat bahwa ada salah satu setasiun televisi yang lebih menyoroti tentang kesalahan pemerintah, adapula yang menyoroti tentang kemistisannya, dan ada yang lebih menyoroti tentang nasib para korban. Akibatnya masyarakat dibuat semakin bingung dan juga semakin tidak tenang dengan pemberitaan yang ada, malahan ada sebuah setasiun televisi yang menayangkan kondisi korban yang sudah meninggal dan di close up wajahnya, apa yang merekam pakai kamera tidak sadar mengenai kondisi keluarga si korban bila melihat tayangan tersebut. Ya itu merupakan salah satu contoh dari media pemberitaan yang sudah tidak netral dan tidak memberikan informasi kepada pemirsanya.

Sekarang apa yang harus kita lakukan dengan kondisi tersebut? Kita yang notabene sebagai kaum intelektual sudah seharusnya bisa memilah-milah berita yang ada dibeberapa media dan tidak menelan mentah-mentah berita yang kita dapat dari beberapa media. Tapi kita harus mencerna lebih dulu berita tersebut dan juga apabila berita itu menyangkut tentang berita salah satu tokoh maka proses tabayun/cek and ricek ke orang yang bersangkutan. Hal ini harus kita lakukan agar kita tidak masuk kedalam apa yang diistilahkan sebagai ghibah, dan kita pasti pernah dengar sebuah hadist yang mengatakan bahwa saat seseorang ghibah tentang seseorang maka ia bagaikan makan bangkai saudaranya sendiri, naudzubillah.

Oleh karena itu kemampuan penerjemahan sebuah berita itu sangatlah penting dimiliki oleh para masyarakat sekarang, dan kemampuan itu hanya bisa didapat kalau kita sering membaca dan juga sering berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki kepentingan dalam hal tersebut. Dan pesan terakhir adalah โ€œkalau kita ingin mengubah dunia maka kuasailah mediaโ€.

Ditulis saat duduk di sudut kursi tamu tua…

30 Mei 2012 jam 22.34

Untitled…

Tidak terasa umurku akan semakin berkurang…

Tidak terasa pula bahwa kehidupan ini semakin berat…

Tidak terasa bahwa keluarga sudah mulai bertambah…

Tidak terasa bapak ibu sudah menua…

Tidak terasa teman-teman sudah pada sukses…

Memang kehidupan ini akan senantiasa bergulir dan tidak akan tetap. Mungkin kita tidak merasa kalau kita sekarang sudah menjadi semakin dewasa dan juga sudah memiliki tanggung jawab. Kehidupan ini ibaratnya sebuah roda yang akan senantiasa berputar, dari yg mulainya dibawah pasti nanti akan di atas, ataupun sebaliknya.

Ada kalanya kita akan mengalami kehidupan yang tidak nyaman yaitu ketika masalah cenderung datang bertubi-tubi dan serasa tidak dapat di selesaikan. Tapi ada kalanya kita merasa bahwa segala hal dalam hidup kita merupakan hal yang terindah.

Setiap dari manusia harus memahami hal tersebut, bahwa kita akan senantiasa dipergilirkan oleh Allah SWT baik dalam hal nasib, rejeki, ataupun kesuksesan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidak semua manusia memahami itu semua, kebanyakan manusia saat ditimpa masalah, mereka malah bilang “Ah Allah gak sayang sama aku…”, lha ini merupakan kata yang terucap di sebagian orang saat ditimpa masalah. Hal inilah yg menyebabkan orang mengalami depresi dan akhirnya stres.

Sebenarnya segala permasalahan itu mempunyai solusi dan solusinya berada dalam diri kita masing-masing.

Jadi ingat sebuah kisah seorang anak yang mengalami hal yang bisa dikatakan hal yg akan merusak masa depannya, yaitu tidak lulus dalam suatu ujian nasiona. Pada awalnya anak tersebut merasa dunia itu serasa sudah berakhir, dan mengatakan dalam hati “Ah Allah gak sayang sama aku…”, hal itu berlangsung sampai beberapa minggu. Tapi ternyata si anak tersebut sadar, dia ternyata masih memiliki keluarga yang selalu mensuport dia, dan yang paling penting adalah dia sadar bahwa Allah itu masih ada dan senantiasa melihatnya. Akhirnya si anak tersebut “kembali” ke jalan yang benar, dan memulai hidup merangkai masa depan kembali dengan semangat baru, yaitu semangat bahwa Allah itu senantiasa ada baik dalam suka dan duka. Dan akhirnya si anak itu menjadi sarjana juga, walau jalan yang dilalui agak terjal.

Ya itu merupakan sebuah contoh di kala kita ditimpa suatu masalah, dan kita harus mensikapinya dengan tepat…

Aneka Kado Ini TIdak Dijual

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah yang tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
2. MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. D I A M

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

 

4. KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berartiย  memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Maknakebebasan bukanlah, ” Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

 

5. KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di

ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

 

6. TANGGAPAN POSITIF

Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu

terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

 

 
7. KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjai bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah” Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini
8. SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

 

 

BOJONG MANDIRI TIDAK HANYA IMPIAN :D

kemarin hari sabtu 10 September 2011, saya mendapat pengalaman yang sungguh luar biasa saat mengunjungi desa bojong, Kecamatan panjatan, Kulon Progo. Kami (tim KKN) memang mendapat undangan untuk menghadiri acara syawalan di desa bojong, undangannya jam 10 seh, ย tapi ya biasa kita yang diundang pasti molor (indonesia gituuuu :D), akhirnya kami berangkat ke bojong jam 11 siang, saat terik2nya matahari…

sebelum berangkat memang kita harus mengikuti responsi KKN, dan ternyata dalam soal responsi itu ada pertanyaan, tuliskan urutan temanmu dalam 1 subunit dari yang paling disukai, akhirnya bingung juga kalau mau ngisi yang akhwat takutnya nanti dikira tiiit, kemudian kalau nulis yang ikhwan nanti dikira tiiii juga :D, akhirnya ada salah seorang yang tanya, “Pak kerahasiaannya terjaga tow? :D”, sang dosen menjawab “iya”, dan akhirnya dengna berat hati sambil lirak lirik kita semua menulis bareng2 hehe

ternyata ada-ada aja kejadian saat mau berangkat mulai dari teman yang sibuk ngurus KRS yang katanya kayak permainan portal kombat (apaan tuh :D), kemudian ada juga yang kuncinya ilang (sampai muring-muring dan malah mau nangis guling-guling haha)….

Saat sudah sampai ke tempat KKn kami sudah disuguhi makanan yang banyak beuuud (sok alay haha), kemudian kita lanjut ke tempat lain dan ternyata disana sedang ada ada kesripahan (apaan tuh :D), dan lagi dan lagi kita diwajibkan untuk makan, tapi untungnya lauknya daging, coba kalau tempe pasti gak habis dah ahah

perjalanan dilanjutkan ke warga lain, dan menemui anak-anak yang biasanya penjadi pesrta TPA sela 2 bulan kemarin, ย dan kami menemui anak yang bertambah gendut sama dengan saya (:D), dia yang dulunya kurus sekarang pipinya sangatlah gembul hahah

malamnya saat kita silaturahim pungkasan, kami mendatangi pengurus TPA dan disana katanya seh mau dihidangkan makanan, akhirnya ada yang SMS, “teman2 semua segera kesini”, ย akhirnya datanglah para prajurit lapar, dan ย ternyata setelah 1 jam ditunggu, kok tidak keluar2 makanannya :(, kami semua bertanya-tanya, ternyata makanan yang rencananya disajikan tidak cukup untuk para prajurit lapar tersebut, dan akhirnya kita pulang dengan membawa perut keroncongan hahah

Ya itulah sedikit kisah tentang perjalanan kembali ke tempat kami mengais ilmu selama 2 bulan kemarin, kisah-kisah ini merupakan bagian dari kenangan yang tidak akan terlupa selama berada disana….

Bojong Mandiri itu jargon kita (walau sampai sekarang gak ngerti maksudnya :D), semoga bojong bisa semakin maju…

kangen dengan keceriaan anak-anak TPA

kangen dengan tangisan anak-anak saat berkelahi

kangen dengan cerita pak sudarmadi

kangen ngobrol dengan bu parsiyem

kangen dengan saran pak mariono

kangen dengan suasana saat sahur ๐Ÿ˜€

kangen dengan omongan pak dukuh “nganu mas….” ๐Ÿ˜€

kangen dengan keramahan desa bojong

Desa bojong, kamu telah memberikan banyak hal bagi kami

BOJONG MANDIRI TIDAK HANYA IMPIAN

 

menunggu pulang sebelum beli kado

di sudut ruang warnet ๐Ÿ˜€

Ben Prayogi enake pripun? :D

Akhir-akhir ini merasa seperti kehilangan apa yang dinamakan sebagai TEMAN. Tidak ngerti apa memang fase ini yang harus dilewati??? ๐Ÿ˜ฆ

Ketika bertemu teman-teman, yang ditanyakan pertama kali bukanlah kabar, ย tapi pasti yang ditanyakan mengenai “itu”

Ya Allah kenapa bisa seperti ini, kesalahan ini memang sering aku lakukan…

Ya Allah berikan kesempatan untuk berubah… ๐Ÿ˜ฆ

Didalam warnet merenung

sambil menunggu dosen